Kapten Timnas Indonesia : Dari Maulwi Saelan Hingga Boaz Solossa

669 0
kapten timnas indonesia

Kapten Timnas Indonseia – Sepanjang sejarah, sudah banyak pemain yang mendapatkan kehormatan menjadi kapten tim nasional Indonesia. Siapa saja dan bagaimana prestasi mereka?

kapten timnas indonesia

kapten timnas indonesia

 

ACHMAD NAWIR (1938)

Pada era ini, Timnas Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Masih menjadi kontroversi pula apakah timnas Hindia Belanda bisa dikatakan sebagai timnas yang mewakili Indonesia saat ini. Namun sejarah sudah diukir, nama Hindia Belanda kini menjadi Indonesia seiring dengan terlepasnya Merah-Putih dari penjajahan pada 1945.

Hindia Belanda menjadi tim yang mewakili Asia di Piala Dunia 1938. Saat itu Hindia Belanda banyak diperkuat pemain dari NIVU (federasi sepak bola bikinan Belanda di Indonesia). Sayang perjuangan Achmad Nawir hanya sampai babak pertama. Mereka dikandaskan Hungaria dengan skor telak 6-0.

dutch_east_indies_1938

 

SIDI (1951)

Sidi merupakan kapten pertama Indonesia. Pemain asal Persebaya Surabaya ini punya jiwa kepemimpinan yang baik, dan ini membuat pelatih Choo Seng Quee memilih Sidi untuk memimpin timnas Indonesia di masa awal pasca kemerdekaan. Prestasi Sidi sebagai kapten hanyalah memimpin tim pada babak pertama Asian Games 1951. Merah-Putih gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan India 3-0.

 

MAULWI SAELAN (1956)

Indonesia bisa bermain di putaran final OIimpiade Melbourne 1956, setelah Taiwan yang seharusnya menjadi lawan Indonesia di kualifikasi tak berkenan menghadapi Merah Putih karena perbedaan pandangan politik. Di Olimpiade, Indonesia dipimpin oleh seorang kiper bernama Maulwi Saelan. Merah-Putih memang tak melangkah jauh, tapi sempat membuat dunia tercengang ketika menahan tim kuat saat itu, Uni Soviet 0-0. Tapi saat pertandingan ulang, Saelan dkk, tak mampu meredam ketangguhan Uni Soviet. Mereka takluk 4-0

maulwi-saelan-timnas-indonesia-legenda_0_0

 

TAN LIONG HOUW (1958-1965)

Namanya mahsyur sebagai Macan Betawi. Andalan Persija Jakarta ini terbilang sebagai salah satu kapten tersukses Indonesia. Selain meraih medali perunggu di Asian Games 1958, Tan Liong Houw juga menyumbangkan gelar juara Merdeka Games di Malaysia pada tahun 1961 dan 1962. Gelar tersebut terasa heroik, apalagi pada tahun 1961, Indonesia juara setelah menaklukkan Malaysia dengan skor 2-1.

tan_liong_houw_persija

 

SOETJIPTO SOENTORO (1965-1970)

Lagi, seorang kapten timnas Indonesia adalah pemain Persija. Setelah mengantarkan Persija juara tanpa terkalahkan pada 1964, nama Soetjipto Soentoro melambung sebagai pemain muda Indonesia yang meroket. Gelar juara yang didapat Soetjipto memang tak terlalu menterang seperti Tan Liong Houw, namun ia berhasil menyumbangkan gelar juara King’s Cup di Thailand, setelah di final mengalahkan Burma dengan skor 1-0.

gareng

 

ISWADI IDRIS (1970-1971)

Lagi seorang Persija menjadi pemimpin timnas Indonesia. Iswadi Idris tak hanya menjadi pemimpin di Persija, tapi juga menjadi pemimpin skuat Garuda. Pada kesempatan pertamanya ini, Iswadi gagal menyumbangkan gelar juara, terutama di Merdeka Cup. Pada turnamen tersebut, Indonesia kalah 0-3 dari Burma di babak final.

ANWAR UJANG (1971-1974)

Pengganti Iswadi Idris adalah Anwar Ujang. Pemain asli Karawang yang menjadi pemain pujaan di Medan itu menggantikan peran Iswadi sebagai pemimpin timnas Indonesia. Anwar Ujang turut membantu Indonesia meraih gelar juara Anniversary Cup 1972. Dalam turnamen yang diselenggarakan untuk menyambut ulang tahun Jakarta tersebut, Indonesia meraih gelar juara setelah mengalahkan Korea Selatan 5-2.

ISWADI IDRIS (1974-1980)

si-boncel-iswadi-idris1

 

Pada tahun 1974, Iswadi kembali menjadi kapten timnas Indonesia. Sayangnya dalam kesempatan keduanya, Iswadi kembali gagal memberikan gelar juara. Pemain asal Cikini, Jakarta Pusat, itu hanya nyaris membawa Indonesia pergi ke Olimpiade Quebec 1976. Di laga penentu, Indonesia kalah 5-4 dari Korea Utara dalam drama babak adu penalti. Merah-Putih pun gagal menuju Olimpiade.

 

RONNY PATTINASARANY (1980-1985)

Sebagai pemain legenda PSM Makassar, Ronny Pattinasarany berkesempatan memimpin Indonesia di lapangan sebagai kapten. Sayang, Ronny selalu gagal membawa Indonesia merah hasil terbaik di berbagai turnamen, termasuk SEA Games dan juga kualifikasi Asian Games.

HERRY KISWANTO (1985–1987)

Herry Kiswanto punya kisah hebat bersama timnas Indonesia. Ia pernah membawa Indonesia sampai ke perebutan medali perunggu di Asian Games Seoul 1986. Sayang di laga tersebut mereka dihancurkan Kuawit dengan skor cukup telak, 0-5.

herry_kiswanto_bola

 

RICKY YACOBI (1987–1990)

Ricky Yakobi menjadi kapten timnas Indonesia berikutnya setelah Herry Kiswanto. Ricky Yakobi memimpin Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987 dengan mengalahkan Malaysia 1-0 di final. Sayangnya, Ricky tak mampu mempertahankan medali emas di SEA Games Kuala Lumpur 1989. Indonesia hanya meraih medali perunggu setelah menang atas Thailand lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 9-8.

ricky yakobi

 

FERRIL RAYMOND HATTU (1991–1992)

Ini dia kapten juara terakhir Indonesia di SEA Games Manila 1991. Di bawah asuhan Anatoly Polosin, Ferryl Raymond memimpin rekan-rekannya berjuang di lapangan. Skuat Merah-Putih yang kembali melawan Thailand, meraih medali emas setelah meremukkan Thailand melalui babak adu penalti dengan skor 4-3.

ROBBY DARWIS (1993–1995)

Tak ada prestasi yang membanggakan saat Indonesia dipimpin Robby Darwis. Namanya lebih banyak meraih kesuksesan bersama Persib Bandung di kompetisi lokal. Prestasi terbaik Robby di level timnas adalah mengantar Indonesia di laga perebutan medali perunggu di SEA Games 1993. Sayangnya skuat Garuda kalah 1-3 dari Singapura.

robby_darwis_0

 

SUDIRMAN (1996)

Sudirman sang jenderal timnas adalah pemain senior yang menjadi pemimpin pemain-pemain juniornya di skuat Indonesia tahun 1996. Namun, Sudirman gagal meloloskan Indonesia dari babak grup Piala Asia 1996 di Kuwait.

 

FACHRY HUSAINI (1997)

Fachry Husaini memimpin timnas Indonesia untuk SEA Games Jakarta 1997. Sebagai tuan rumah, tentu saja Indonesia ingin cabang sepak bola meraih medali emas. Sayang misinya tak berhasil karena hanya mendapat medali perak usai dikalahkan Thailand dalam drama adu penalti di laga puncak.

AJI SANTOSO (1998–2000)

Semasa Aji Santoso menjadi kapten timnas Indonesia. PSSI mendapat tamparan keras dengan tragedi sepak bola gajah di Piala AFF. Melawan Thailand, Indonesia berusaha untuk kalah agar terhindar dari hadangan Vietnam di babak semifinal. Hasilnya, Indonesia mendapat hukuman dengan harus merelakan Mursyid Effendi (pencetak gol bunuh diri) mendapatkan hukuman tak bisa tampil di level internasional seumur hidup. Indonesia pun kandas di babak semifinal setelah kalah dari Singapura. Di Piala AFF 2000, Aji kembali memimpin Indonesia, dan hasilnya adalah runner-up setelah di final dikalahkan Thailand 4-1.

 

BIMA SAKTI (2001)

Alumni Primavera ini memimpin Indonesia dalam misi timnas lolos ke Piala Dunia 2002. Tapi seperti suratan takdir, Indonesia tak lolos ke Piala Dunia karena harus berhadapan dengan kerasnya tembok Tiongkok yang menjadi unggulan. Bima pun gagal memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.

bima_sakti_reuters

Kapten Timnas Indonesia – AGUNG SETYABUDI (2002-2004)

Agung Setyabudi menjadi kapten Indonesia untuk Piala AFF 2002 dan Piala Asia 2004. Di Piala AFF 2002, Agung dkk kembali hanya meraih runner-up setelah kalah dari Thailand di final. Sedangkan di tahun 2004, Indonesia meraih kemenangan perdananya di Piala Asia dengan mengalahkan Qatar 2-1.

 

PONARYO ASTAMAN (2004-2008)

Pasca gelaran Piala Asia 2004, Ponaryo dipilih menjadi kapten terbaru Indonesia. Ia menjadi kapten di Piala AFF 2004, dan harus menelan kegagalan usai dikalahkan Singapura dalam dua leg langsung di laga puncak. Di Piala AFF 2007, Indonesia malah menerima hasil yang lebih menyedihkan, yakni tak lolos gurp karena kalah bersaing dengan Vietnam dan Singapura. Dalam gelaran berikutnya, Ponaryo kembali gagal mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2008. Meski demikian, ia tetap diingat sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah membela Merah Putih.

CHARIS YULIANTO (2008–2010)

Sebagai kapten, Charis Yulianto menyumbangkan gelar Piala Kemerdekaan 2008 untuk Indonesia. Saat itu dia memimpin timnya menghadapi Libya di babak final. Namun karena merasa dirugikan wasit, Libya pun memilih mengundurkan diri. Charis pun mencatatkan diri sebagai salah satu kapten yang merebut gelar juara bagi Indonesia.

charis_yulianto_0

 

Kapten Timnas Indonesia – FIRMAN UTINA (2010–2011)

Firman menjadi kapten saat timnas Indonesia mendapatkan gairah baru dengan hadirnya pemain-pemain naturalisasi seperti Cristian Gonzales dan pemain keturunan Indonesia yang lahir di luar negeri seperti Irfan Bachdim. Keduanya membuat sepak bola Indonesia menggeliat lagi, apalagi Piala AFF 2010 digelar di negeri sendiri. Sayangnya, Firman kembali gagal seperti senior-seniornya di Piala AFF. Skuat Garuda tak kuasa menahan laju Malaysia yang tampil trengginas dan menjadi juara Piala AFF 2010.

 

Kapten Timnas Indonesia – BAMBANG PAMUNGKAS (2011–2012)

Bambang Pamungkas berkesempatan meneruskan tradisi pemain Persija Jakarta yang menjadi kapten timnas Indonesia. Sayangnya, ia gagal meneruskan keberhasilan Tan Liong Houw, Soetjipto Soentoro, dan Iswadi Idris yang merupakan seniornya di timnas dan Persija. Bepe, panggilan akrab Bambang, tak kuasa mampu mengangkat prestasi Indonesia yang cenderung menurun pasca kehebohan Piala AFF 2010.

bambang pamungkas

 

ELIE AIBOY (2012-2013)

Tak banyak yang diraih dari Elie Aiboy saat menjadi kapten Indonesia. Tidak ada yang spesial karena saat itu Indonesia gagal lolos ke Piala Asia setelah dikalahkan Irak dan Saudi Arabia.

 

Kapten Timnas Indonesia – BOAZ SOLOSSA (2014- SEKARANG)

boaz solossa

 

Nama Boaz memang fenomenal sejak kehadirannya di timnas U-19 pada tahun 2004 silam. Kini Boaz menajadi kapten dari skuat Merah-Putih. Meski demikian, baru tahun 2016 kiprahnya disorot. Dia mengemban tugas berat sebagai kapten karena harus menunjukkan pencapaian timnas seusai disanksi FIFA. Sebagai negara yang baru saja kembali dari sanksi, pencapaian Boaz dan Indonesia terbilang luar biasa. Meski kembali kalah dari Thailand di laga final, Boaz dkk berhasil mengembalikan atmosfer sepak bola Indonesia yang sempat mati selama setahun.

  • Kapten Timnas Indonesia
  • Kapten Timnas Indonesia
  • Kapten Timnas Indonesia
  • Kapten Timnas Indonesia

 

Sumber : Foufourtwo

Total 1 Votes
1

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Komentar

Komentar

Tidak ada Komentar on "Kapten Timnas Indonesia : Dari Maulwi Saelan Hingga Boaz Solossa"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *