Barcelona Dalam Masa Darurat, Amunisi Bintang Lima Mulai Menipis

68 0
barcelona dalam masa darurat 2

Barcelona dalam masa darurat, Barcelona wajib hadirkan rekrutan baru bintang lima, jika tak ingin kampanye 2017/18 berakhir dengan kehampaan.

“Akan ada rekrutan yang menggairahkan, pemain besar dengan status bintang lima. Apa yang kami lakukan sebelumnya [pada musim 2016/17] mungkin kurang begitu mengigit,” begitu janji presiden Barcelona, Jose Maria Bartomeu, seperti dilansir Marca di pengujung musim lalu.

Apa yang kemudian tersaji di bursa musim panas ini justru menunjukkan hal yang sangat berkebalikan. Hingga jendela transfer tutup dua pekan lagi, tak satu pun bintang besar yang sanggup didatangkan sesuai janji Bartomeu.

Sejauh ini Barca memang sudah menghabiskan €87,5 juta untuk memboyong empat pemain baru. Benar jika keempat pemain itu punya kualitas bagus, tapi tak satu pun dari mereka yang punya status bintang lima. Entah itu Marlon, Gerard Deulofeu, Nelson Semedo, sampai yang terakhir Paulinho.

Segalanya diperburuk dengan ketidakmampuan Barca mempertahankan salah satu aset paling berharganya, Neymar. Memang Blaugrana mendapat kompensasi fantastis sebesar €222 juta, tapi mustahil untuk mencari pengganti sepadan The Golden Boy dalam waktu dekat.

paulinho

 

Imbasnya mulai terasa tatkala Barca dipermalukan rivalnya, Real Madrid, di ajang Piala Super Spanyol 2017. Los Blancos yang begitu superior dalam dua pertemuan yang dihelat, keluar sebagai kampiun lewat kemenangan agregat 5-1.

Hasil itu jadi kekalahan dengan agregat terbesar Barca sepanjang sejarah mereka berpartisipasi di Piala Super Spanyol. Skor agregat yang sama, kala mereka takluk dari Madrid di edisi 1990 dan Athletic Bilbao pada edisi 2015.

Melihat bagaimana Barca dipecundangi 3-1 di Camp Nou dan dibenamkan 2-0 di Santiago Bernabue, kita bisa dengan mudah menuding titik lemah Los Cules terletak di variasi serangan dan koordinasi kacau di lini pertahanan.

barcelona dalam masa darurat

Barcelona Mulai Hilang Pemain Bintang Lima

Di lini depan, Gerard Deulofeu punya level yang jauh di bawah Lionel Messi dan Luis Suarez. Pelatih anyar Barca, Ernesto Valverde, bahkan memutuskan untuk mencadangkannya dan terapkan formasi eksperimen 3-5-2 alih-alih pertahankan 4-3-3 pada leg kedua.

Andres Iniesta yang biasanya jadi alternatif di sektor ofensif menegaskan bahwa dirinya sudah melewati periode puncak, melihat sentuhan dan mobilitasnya yang tak seagresif dahulu. Ivan Rakitic, Andre Gomes, dan Denis Suarez tak bisa diharapkan jadi pengganti, karena miliki tipe yang berbeda.

Sementara sektor bek sayap mulai menelanjangi diri sebagai makanan empuk bagi setiap musuh Barca. Terutama di sisi kanan semenjak lakukan blunder dengan melepas Dani Alves. Aleix Vidal dan Sergi Roberto punya konsistensi yang memprihatinkan. Si anak baru, Semedo, baru bergabung dan tak punya profil top. Performanya juga tak menjanjikan sepanjang pramusim lalu.

ousmane-dembele-philippe-coutinho-

Skuat Barca saat ini sejatinya sudah cukup jika targetnya hanya sekadar kompetitif di kompetisi domestik maupun Eropa. Namun ini adalah Barca, klub yang punya semboyan “més que un club” (lebih dari sebuah klub). Mereka adalah klub yang punya kewajiban menjuarai semua gelar yang diikuti pada setiap musimnya.

Siasat tepat dan cepat harus segera dilakukan di sisa waktu bursa musim panas ini, jika tak ingin kampanye musim 2017/18 berakhir dengan kehampaan. Sederet amunisi bintang lima yang menggairahkan wajib didatangkan, sesuai janji Bartomeu. Apalagi mereka punya modal €222 juta dari hasil penjualan Neymar.

Barcelona Harus Segera Mendatangkan Pemain Bintang

Barca selayaknya segera merampungkan proses transfer Ousmane Dembele untuk gantikan Neymar dan Philippe Coutinho sebagai pewaris takhta Iniesta. Kedua pemain itu dipandang sebagai amunisi yang tepat dengan filosofi Barca dan miliki segala atribut untuk jadi pemain bintang lima.

Jika prosesnya terus berlarut-larut, bukan mungkin nasib kedua buruan itu akan sama seperti Marco Verratti dan Hector Bellerin. Sudah menyatakan minat berkarier di Camp Nou, tapi akhirnya urung terjadi karena Barca membuat segalanya jadi rumit dalam proses negosiasi.

la masia

Selain itu pembenahan radikal juga harus dilakukan di akademinya, La Masia. Bertahan-tahun lamanya La Masia jadi senjata utama Barca dalam mengarungi kompetisi level tertinggi. Sederet pemain fantastis mampu dilahirkan sejak revolusi yang dilakukan Johan Cruyff.

Mulai dari Pep Guardiola, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, sampai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah sepakbola, Lionel Messi. Pada 2014 lalu La Masia bahkan pernah dinobatkan sebagai akademi pengekspor pesepakbola terbanyak di Eropa, versi The Guardian.

Sayangnya magis La Masia perlahan memudar. Terutama dalam tiga tahun terakhir, di mana sangat sedikit lulusan barunya tembus skuat utama apalagi jadi andalan BarcaSepanjang sejarah, perpaduan sempuran pemain bintang lima dan lulusan terbaik La Masia selalu hadirkan garansi kejayaan Azulgrana.

Menimbang segala situasinya, Barca harus kembali melakukannya musim ini atau kampanye 2017/18 bisa jadi musim terburuk mereka dalam sedekade terakhir.

 

  • barcelona dalam masa darurat
  • barcelona dalam masa darurat
  • barcelona dalam masa darurat
  • barcelona dalam masa darurat

 

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Komentar

Komentar

Tidak ada Komentar on "Barcelona Dalam Masa Darurat, Amunisi Bintang Lima Mulai Menipis"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *