10 Pekerjaan Aneh yang Digeluti Pemain Sepakbola Setelah Pensiun

473 0
tim-wiese-1

Bolapedia – Indonesia

Pesepakbola biasanya hanya bermain secara profesional hingga usia 30an sampai 40 tahun. Setelah itu, apa yang mereka lakukan? Ternyata tak sedikit yang memilih pekerjaan yang kurang lazim bagi pensiunan pesepakbola, seperti yang ditulis oleh Zakky BM berikut ini…

Pasca pensiun menjadi pesepakbola, pekerjaan yang sangat amat lumrah ditekuni oleh para pemain adalah menjadi pelatih. Perjalanan panjang dari menjadi seorang asisten pelatih, mengambil kursus kepelatihan hingga akhirnya merintis karir di kesebelasan-kesebelasan sepakbola adalah hal-hal yang biasa terjadi. Jika tidak berminat menjadi pelatih, kini ada pilihan menjadi komentator atau pundit di televisi hingga menjadi agen pemain.

Namun, beberapa pemain yang memang memiliki pamor yang luar biasa seperti Eric Cantona, misalnya, malah menekuni dunia perfilman. Apakah itu pekerjaan yang aneh? Dalam batas tertentu, itu bukan pekerjaan pasca pensiun yang aneh. Menjadi bintang iklan dan model fashion seperti David Beckham juga bisa dibilang tak aneh-aneh-amat. Tapi, bagaimana dengan pekerjaan mereka yang ada dalam daftar ini?

Tim Wiese (Pegulat)

tim-wiese-2

 

Banyak menghabiskan karirnya di Werder Bremen, kiper raksasa asal Jerman ini mengakhiri karir sepakbolanya pada 2014 lalu di Hoffenheim. Tim Wiese juga tercatat pernah menjadi bagian skuat tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Pasca pensiun dari lapangan hijau, ia menyibukkan dirinya dengan membentuk tubuhnya penuh dengan otot dan akhirnya bergabung dengan WWE (World Wrestling Entertainment). Selain profesi gulat WWE yang dijalani Wiese, sebetulnya ada yang hampir mirip dengannya seperti Bixente Lizarazu yang menjadi pegulat Jiujitsu atau Curtis Woodhouse yang menjadi seorang petinju. Meski sepakbola dan gulat/beladiri/tinju bisa dibilang sama-sama bagian dari olahraga, akan tetapi kegiatan Wiese/Lizarazu/Woodhouse ini bisa dikategorikan cukup tak biasa bagi seorang pesepakbola.

Ray Wilson (Pengurus Pemakaman)

ray-wilson

 

Pada masanya, Ray Wilson, adalah salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki oleh Inggris. Terlibat dalam tim legendaris Inggris yang menjuarai Piala Dunia 1966 di rumah sendiri, Ray Wilson yang sebenarnya sempat menjadi pelatih Bradford City pada tahun 1971 ternyata tak melanjutkan karir kepelatihannya dan lebih tertarik kepada bisnis pemakaman di Huddersfield. Ia sendiri menyudahi kariernya sebagai ‘kuncen’ pemakaman ini tepat pada tahun 1997 lalu.

Gaizka Mendieta (Disc Jockey)

gaizka

 

Siapa yang tidak mengenal gelandang flamboyan asal Spanyol ini? Pada masanya, Gaizka Mendieta pernah membela klub-klub besar dan juga tentunya tim nasional Spanyol. Pasca karirnya berakhir, Mendieta banting stir menjadi seorang musisi. Pada 2013 lalu, ia terlihat sedang berada di klub malam kota London sebagai seorang DJ. Saat itu, ia memutar musik dari Aretha Franklin, The Jam, dan Kings of Leon. Kabarnya, aksi ber-DJ Mendieta di London ini merupakan bentuk promosi perusahaan mobil ternama yaitu Ford. Sebetulnya, bukan hanya Mendieta saja yang menjadi DJ/musisi, karena mantan kiper Barcelona yaitu Jose Pinto, kini juga bergulat sebagai produser musik hip-hop bahkan mempunyai label rekaman sendiri. Luar biasa!

Klas Ingesson (Penebang Pohon)

Tercatat sebagai langganan tim nasional Swedia pada Piala Dunia 1990 dan 1994, Klas Ingesson harus meninggalkan dunia ini lebih cepat pada 2014 lalu karena penyakit kanker yang ia derita. Meski begitu, pasca ia menggantungkan sepatunya, Ingesson sempat menjadi seorang penebang pohon (lumberjack) yang merupakan cita-cita masa kecilnya.  Entah apa motivasinya menjadi seorang penebang pohon, yang jelas Ingesson sudah meninggalkan dunia ini dengan tenang setelah menggapai sebagian besar cita-citanya.

Berry van Aerle (Tukang Pos)

barry

 

Menjadi tukang pos di awal 90an mungkin masih menjadi pekerjaan yang cukup laku karena teknologi komunikasi tak secanggih sekarang. Para pengantar surat, bagaimanapun, saat itu masih dibutuhkan jasa-jasanya. Namun entah apa yang ada di pikiran mantan pemain bertahan tim nasional Belanda ini ketika memutuskan ingin menjadi tukang pos di kampung halamannya. Mungkin, ia ingin jalan-jalan mengamati keindahan alam sambil mengais rejeki, tentunya.

Barry Horne (Guru Kimia)

 

Sedikit sekali pesepakbola yang peduli dengan pendidikan tinggi saat mereka aktif bersepakbola. Barry Horne yang saat berkarir sempat mengenyam pendidikan ilmu kimia di University of Liverpool akhirnya mampu menyalurkan kemampuannya untuk mengajar pelajaran kimia pasca ia pensiun di sebuah sekolah di kawasan Chester. Anda bisa membayangkan betapa pintarnya Barry ini apalagi mengambil jurusan yang terbilang sulit. Sungguh mulia sekali pak guru yang satu ini.

Gavin Peacock (Pastor)

Banyak pesepakbola yang glamor, namun tak sedikit juga pesepakbola yang relijius. Gavin Peacock, yang pernah membela Chelsea pada 1993 hingga 1996, mengabdikan dirinya untuk belajar Teologi pasca pensiun dari sepakbola. Ia sendiri memang sempat menjadi komentator sepakbola seperti layaknya pensiunan sepakbola yang lainnya. Namun, sisi relijius yang dimiliki oleh Gavin telah menuntunnya untuk menjadi penceramah di gereja-gereja hingga ia sempat menjadi magister dalam ilmu keilahian di Kanada. Kini ia sendiri hidup menjadi pastor (pendeta) di Calgary.

 

Thomas Gravesen (Pejudi Poker)

thomas

 

Sadarkah anda bahwa Thomas Gravesen pernah membela Real Madrid? Jika tidak, mari saya ingatkan kembali bahwasanya Gravesen ini pernah satu ruang ganti dengan pemain sekelas Ronaldo da Lima dan David Beckham di Real Madrid pada musim 2005-06.  Usut punya usut, ia ternyata banyak menginvestasikan uangnya di kasino. Memang, tak sedikit pesepakbola yang gemar akan bermain poker, namun Gravesen ini sedikit dari banyak pesepakbola yang hoki dalam dunia gelap perjudian. Ia sendiri dikabarkan mempunyai untung yang melimpah ketika menekuni bidang ini pasca pensiun dari sepakbola.

Arjan de Zeeuw (Detektif Investigasi)

Entah terobsesi dengan kisah-kisah Sherlock Holmes atau terinpirasi dari manga Detective Conan, yang jelas banting stir ala De Zeeuw ini terbilang cukup keren. Mantan pemain Wigan Athletic ini menjadi detektif investigator di kota Alkmaar. Ia sendiri masih menyempatkan diri untuk bermain bola dan ia menjadi kapten tim sepakbola kepolisian negara Belanda.

Hakan Sukur (Politisi)

Meski diakui sebagai pahlawan Turki dan Galatasaray, nasib Hakan Sukur pasca gantung sepatu ternyata tak mulus-mulus amat. Bermaksud menjejaki dunia parlemen dan politik, kini Hakan Sukur kabarnya sedang diburon oleh pemerintah Turki karena dianggap melecehkan presiden Erdogan dan terlibat dalam kasus kudeta pemerintahan Turki. Beda nasib dengan Hakan Sukur, beberapa pemain lainnya yang menjadi politisi adalah Roman Pavlyuchenko, Lilian Thuram, Thomas Bodström dan pemain Afrika satu-satunya peraih Balon d’Or yaitu George Weah yang sempat bertarung dalam pemilihan presiden negaranya, Liberia. Sayang, ia kalah dalam pemungutan suara dari Ellen Johnson Sirleaf pada tahun 2005 lalu.

Sumber = FourFourTwo

 

 

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Komentar

Komentar

Tidak ada Komentar on "10 Pekerjaan Aneh yang Digeluti Pemain Sepakbola Setelah Pensiun"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *